Langsung ke konten utama

Satu

Indonesia.

Dimana masyarakatnya memiliki berbagai macam sifat, karakter, dan budaya yang berbeda.
Dimana masyarakatnya memiliki banyak pendapat berbeda.
Dimana masyarakatnya agak susah dibina.
Dimana masyarakatnya selalu mangkir saat bayar tiket pertandingan.
Dimana masyarakatnya banyak yang melompat pagar demi masuk stadion.
Dimana masyarakatnya suka memanjat tiang baja untuk melihat tim kesayangan.
Dimana masyarakatnya suka menghujat saat peluang emas tak dimaksimalkan.
Dimana masyarakatnya berjudi untuk tim lawan.
Dimana masyarakatnya tak sungkan berucap 'Indonesia mesti kalahan'

ya, itulah masyarakat di negaraku
tetapi juga ada yang lain dari mereka yaitu

Dimana masyarakatnya geram saat bendera negaranya dilecehkan.
Dimana masyarakatnya tidak terima jika negara tetangga meremehkan kita.
Dimana masyarakatnya yang tak henti mendukung Timnas Indonesia dimanapun berada.
Dimana masyarakatnya selalu beraharap untuk selalu juara.
Dimana masyarakatnya selalu berdoa untuk kemenangan di depan mata.
Dimana masyarakatnya selalu bertanya 'Timnas main jam berapa?'
Dimana masyarakatnya selalu bertanya 'Timnas menang ga?'
Dimana seluruh masyarakatnya berteriak saat Ezra mencetak angka.

bahkan

Dimana masyarakatya rela menghabiskan kuotanya demin menonton Timnas Indonesia.

Selepas dari semua yang kita ucapkan atau kita rasakan, ada sebuah pemikiran.
Seberapa tak pedulinya kamu kepada timnas, kamu akan tetap teriak saat Indonesia mencetak gol. Karena itu adalah sebuah kecintaan yang tetanam di hati kita masing-masing.

Semua ucapan negatif tentang timnas Indonesia itu hanya sebuah kritik dari masyarakat yang rindu akan juara. Kita selalu kalah dengan negara tetangga yang katanya rival asia tenggara.
Kata-kata itu merupaka cambuk bagi Timnas agar berubah lebih baik lagi, bekerja lebih keras lagi, dan terbang lebih tinggi lagi.

Tak lepas dari itu, saat Indonesia memiliki klub-klub lokal yang sangat banyak. Tak jarang terjadi kericuhan antar suporter, kita sering mendengar ada korban saat selepas away day di beberapa tempat oleh oknum suporter. Hal ini yang sangat di sesalkan oleh masyarakat.

Mengapa hanya karena sepakbola manusia saling bunuh-membunuh? Bukankah lebih baik tidak ada sepakbola daripada terjadi bunuh-membunuh?

Akan tetapi semua rivalitas antar klub seakan hilang saat Indonesia bertanding. Semua terlihat bernyanyi dengan khidmat dan bangga saat lagu Indonesia Raya diputar di Stadion Gelora Bung Karno atau di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Tak ada yang mereka pikirkan selain Indonesia harus menang. Semua bahkan tak menghiraukan orang-orang didekatnya darimana dia, siapa dia, agama apa, ras apa, suku mana, profesi apa. Mereka hanya tau Kita adalah Satu, untuk Indonesia.

Begitulah Olahraga menyatukan kita di saat politik, ekonomi, sosial dan budaya mulai memisahkan kita secara perlahan.


Selamat Hari Olahraga Nasional!
Olahraga menyatukan kita!

Berjuanglahlah dengan rasa bangga!
Jayalah selalu bangsaku
Jayalah Indonesiaku




Pemuda Indonesia
yang ingin Indonesia Juara.

Komentar